Jumat, 30 Oktober 2015

Apa yang Telah Dilakukan PGRI ? Sebetulnya banyak sekali perjuangan PGRI baik pengurus pusat maupun pengurus daerah dalam memperjuangkan nasib guru pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya. Ada beberapa hasil perjuangan PGRI yang perlu ditunjukan untuk menghindari fitnah dan dapat mengurangi peran serta sebagai anggota PGRI. Secara umum Pengurus PGRI pusat yang lebih aktif melakukan perjuangan dan desakan baik dikalangan eksekutif maupun legislatif untuk mengoalkan apa yang menjadi usulannya. Beberapa perjuangan PGRI yang telah dilakukan selama ini antara lain sebagai berikut : 1. Mengusulkan kenaikan gaji pada tahun 1999 kepada Presiden, dan hasilnya gaji PNS naik Rp 155.250,00. 2. Tahun 2000 PGRI mengusulkan tunjangan pendidikan bagi guru, hasilnya tunjangan fungsional guru naik 150%. 3. Mengusulkan honor guru wiyata bakti, hasilnya guru wiyata bhakti baik di sekolah negeri maupun swasta mendapat tunjangan dari pemerintah sebesar Rp 75.000,00 per bulan. 4. Memperjuangkan bantuan untuk sekolah swata, hasilnya bantuan pendidikan untuk sekolah swata mengalami peningkatan yang signifikan. 5. Mengusulkan agar guru TK mendapat perhatian, hasilnya ada Direktur PAUD, pengangkatan guru TK dan peningkatan kesejahteraan guru TK. 6. Mengusulkan agar tunjangan beras PNS diganti dengan uang agar tidak merugikan PNS. Hasilnya sekarang PNS telah menerima tunjangan beras dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan bersamaan dengan penerimaan gaji. 7. Pemaksimalan penggunaan ASKES agar dapat digunakan di RS Swata. Hasilnya sekarang ASKES bida digunakan di RS Swata. 8. Untuk kenaikan golongan IV/a ke atas ditinjau kembali agar tidak diproses sampai ke pusat sehingga memakan waktu lama. Hasilnya kenaikan pangkat IV/a ke atas cukup di tingkat provinsi, kecuali guru di lingkungan Departemen Agama tetap di pusat. 9. Tunjangan THR dan tambahan kesejahteraan bagi guru. Hasilnya pemerintah kabupaten/kota telah mencairkan tunjangan THR dan dana kesejahteraan bagi seluruh PNS di jajarannya. 10. Rekruitmen PNS khususnya guru, hasilnya dilakukan secara nasional. Mengusulkan agar Guru GTT di sekolah negeri diangkat menjadi PNS. Hasilnya guru kontrak secara otomatis diangkat menjadi PNS meskipun secara bertahap. Bahkan di Depag seluruh data guru yang masuk dalam data Dbase secara bertahap akan diangkat menjadi PNS. 11. Perlindungan dan pembelaan terhadap anggota PGRI yang tersandung masalah hukum oleh LKBH tanpa dipungut biaya. 12. Mengawal dan mendorong lahirnya UU Sisdiknas. 13. Mendesak lahirnya PP tentang Sisdiknas. 14. Mengusulkan agar guru ditangani oleh sebuah badan independen langsung di bawah presiden. 15. Mengusulkan adanya sistem penggajian guru tersendiri pada pemerintah. 16. Mengusulkan kenaikan tunjangan fungsional guru. 17. Mengusulkan sistem pembinaan PNS secara nasional, termasuk pemberian kesejahteraannya. 18. Mengusulkan agar jabatan struktural di bidang pendidikan ditempati oleh pegawai yang menguasai bidang pendidikan, meniti karir, dan berlatar belakang pendidikan. 19. Telah ikut secara aktif yang berada di barisan paling depan jajaran organisasi guru dan bekerja sama dengan organisasi politik yang memiliki otoritas, berusaha menyiapkan dan memperjuangkan UU Guru dan Dosen. Secara kelembagaan perjuangan untuk melahirkan UUG dan D telah dimulai pada saat konggres ke XVIII tahun 1998 di Lembang,Bandung. Sebelumnya baru berupa wacana yang berkembang sejak tahun 1960. 20. Mengawal dan mendesak pemerintah agar segera mengeluarkan PP tentang Guru sesuai dengan amanat UU GD, hiingga terbitlah Permendiknas No. 18/2007 tentang pelaksanaan sertifikasi guru. 21. PGRI selama ini menjadi mitra aktif, strategis, dan kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah tentang pendidikan, terutama yang terkait dengan kebijakan tentang guru. 22. Mengawal agar pelaksanaan sertifikasi guru tidak menciderai kepentingan guru di dalam berkarya dan memperoleh hak-haknya. 23. Mensosialisaikan tentang pelaksanaan sertifikasi guru dari tingkat pusat hingga cabang (tingkat kecamatan). 24. Mengawal pelaksanaan sertifikasi guru secara objektif dan transparan. 25. Menerima sejumlah pengaduan dan melaksanakan kajian terhadap kemungkinan model pelaksanaan sertifikasi guru yang lebih bermutu, efisien dan memenuhi rasa keadilan guru. 26. Melakukan kajian terhadap peningkatan profesi dan kesejahteraan guru. 27. Mengawal penerimaan tunjangan profesi guru. 28. Perjuangan yang paling hangat dan merupakan kemenangan PGRI adalah lahirnya keputusan Mahkamah Konstitusi RI nomor 026/PUU/III/2005 yang menetapkan batas tertinggi dalam APBN tahun 2006 sebesar 9,1% untuk pendidikan tidak memiliki kekuatan hukum tetap dan bertentangan dengan pasal 31 UUD 1945. 29. Menuntut kepada pemerintah untuk memberikan uang lauk pauk kepada semua PNS termasuk guru. Masih banyak lagi perjuangan PGRI baik yang telah berhasil maupun yang belum yang telah dilakukan PGRI baik tingkat pusat maupun daerah. Akan tetapi harus diakui bahwa perjuangan PGRI belum maksimal. Hal ini disebabkan karena dua faktor, yaitu : a. Belum kuatnya PGRI sebagai kekuatan penekan. b. Kurangnya political will dari pemerintah dan birokrasi pendidikan. Kegigihan PGRI dalam memperjuangkan hak-hak guru baik negeri maupun swasta berdasarkan UUD 1945 beserta segenap peraturan pelaksanaannya belumlah surut. Sekalian ancaman, gangguan, hambatan dan tantangannya terus menerpa PGRI. Cakupan perjuangan itu antara lain : realisasi anggaran 20% dari APBN maupun APBD untuk pendidikan sesuai amanat UUD 1945, jaminan pengembangan karier dan keprofesionalan guru, tunjangan fungsional, tunjangan profesi, tunjangan pendidikan, tunjangan khusus, kemaslahatan lain, tunjangan kelebihan jam mengajar bagi guru SD, insentif dan peningkatan kesejahteraan bagi guru swasta dan tenaga honorer. Status karier dan kesejahteraan guru GTT, guru wiyata bhakti, guru honorer juga terus diperjuangkan melalui berbagai pendekatan dan cara. Evaluasi sementara, perjuangan PGRI tersebut ada yang berhasil, tetapi masih banyak juga yang harus tetap diperjuangkan. Ketidakberhasilan perjuangan itu menurut analisis sementara penyebabnya adalah karena kader PGRI belum menempati posisi kunci dalam mengambil kebijakan dalam sistem pemerintahan. PGRI mengamati masih banyak pejabat pemerintah belum banyak memahami kebutuhan profesional riil para guru. Parapejabat mempersepsikan pekerjaan guru sama saja dengan jenis pekerjaan administrasi perkantoran lainnya, sehingga tidak perlu perhatian khusus. Padahal guru memiliki peranan strategis untuk memajukan dan mencerdaskan bangsa ini

REGISTRASI ANGGOTA PGRI

Senin, 27 Juli 2015

Assalamu'alaikum WR. Wb Pengurus PGRI Cabang Peureulak, dengan ini mengundang Bapak/Ibu untuk dapat hadir pada : Hari : Rabu Tanggal : 29 Juli 2015 Pukul : 09.00 WIB s/d selesai Bertempat di : UPTD Pendidikan Peureulak Perihal : Pertemuan dengan Bapak Ka. UPTD yang baru Demikian undangan ini disampaikan, atas kehadirannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 02 Juni 2015

Ice Breaking dalam Pembelajaran

Semoga bermanfaat khususnya bagi rekan guru di sekolah/madrasah

Selasa, 19 Mei 2015

PEMBERITAHUAN






Assalamu'alaikum, Wr. Wb
Dengan Hormat,

Segala Puji Bagi Allah SWT semoga dalam menjalankan aktifitas sehari-hari kita selalu mendapatkan limpahan Rahmat & Hidayah-Nya. Selawat dan salam kita haturkan kepada Rasul-Nya Baginda Muhammad SAW, keluarga, para sahabat serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Sehubungan dengan akan diadakannya Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Aceh Timur Tahun 2015, dengan ini kami mohon kepada seluruh Pengurus PGRI Cabang Peureulak, agar dapat hadir pada :

Hari : Sabtu
Tanggal : 23 Mei 2015
Bertempat di : AULA SKB 
Acara : Pertemuan dengan pengurus PGRI Kabupaten Aceh Timur.

Demikian undangan ini kami sampaikan. atas perhatian dan kehadirannya, kami haturkan terima kasih.

Peureulak, 20 Mei 2015
Pengurus PGRI Cab. Peureulak
                                        Ketua,                                                            Sekretaris,
                                         dto                                                                       dto

                         Zulkarnain, S.Pd. M.Pd                                   Indah Jelita, S.Pd. M.Pd





                  

Sabtu, 11 April 2015

Mudahnya cara pendaftaran Online untuk menjadi Keanggotaan PGRI


Alhamdulilah Register Online Keanggotaan PGRI telah berhasil

Cara Pendaftaran Online PGRI Untuk Anggota Baru

Kartu Anggota PGRI atau persatuan Guru Republik Indonesia bisa dilakukan pendaftaran secara online. kita ketahui juga PGRI ini organisasi profesi guru yang diakui dalam peraturan pemerintah, berbagai manfaat menjadi anggota PGRI dan kartu anggota ini juga bisa digunakan untuk bukti dan menjadikan angka kredit dalam pengusulan kenaikan pangkat serta dengan kartu ini dikatakan akanmendapat potongan harga atau diskon di beberapa perusahaan khusus baca syarat diskon Guru pada perusahaan-perusahaan ini.
Jika yang belum punya bagaimana cara mendapatkan Kartu Anggota PGRI atau bagaimana Cara registrasi secara online. tentu saat ini kita bahas cara registrasi online keanggotaan PGRI. cukup mudah untuk mendpatkan NPA. dan setahu kami PGRI ini masih dikhususkan bagi guru-guru CPNS dan PNS, kebijakan lebih baik lagi Non PNS pun bisa melakukan pendaftaran.
baik berikut cara registrasi online anggota PGRI. siapkan utamanya KTP atau kartu tanda penduduk serta foto 120x180 pixel.
Cara Pendaftaran Online Anggota PGRI Untuk Anggota Baru

Kunjungi alamat berikut PB PGRI
1. jika sudah masuk pada menu atau side bar paling kanan klik menu registrasi
2. Lengkapi isian data mohon jangan ada yang ketinggalan
Cara Pendaftaran Online Anggota PGRI Untuk Anggota Baru
3. Jika sudah selesai jangan lupa ceklist semua berbagai pernyataan seabagai syarat seorang anggota PGRI.
4. masukkan kode captha dan pilih kirim untu registrasi jika berhasil akan ada ucapan selamat, simpan data tersebut untuk kita print dan serahkan pada pengurus PGRI kabupaten agar mendapatkan kartu. dan jelasnya pada registrasi ini kita sudah mendapatkan NPA. dan berikut tampilan contoh tampilan yang sudah berhasil.
Cara Pendaftaran Online Anggota PGRI Untuk Anggota Baru


Mari di coba.jika belum mendaftarkan diri sebagai anggota PGRI. semoga web pgri tidak sedang overlimit agar mudah cara melakukan pendaftarannnya


Sumber http://kkgjaro.blogspot.com/2014/11/cara-pendaftaran-online-pgri-untuk.html#ixzz3X3VAVteg

Sabtu, 04 April 2015


Berita Lainnya
PGRI Cabang Peureulak Aceh Timur Laksanakan Komferensi Ke II
Aceh Timur,---“ Melalui peningkatn mutu pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan yang kreatif, inofatif dan professional” demikian isi tema pelaksanaan konferensi Ke II Perstuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Cabang Peureulak yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Peureulak pada Sabtu, 28 Maret 2015.
Sebagai mana diketahui Kongres XXI PGRI yang berlansung di Jakarta pada Tahun 2013, telah melahirkan kebijakaan kegiata ini salah satunya merubah paradigm organisasi dalam membawa Misi dan kiprah organisasi PGRI untuk kepentingan anggota, Bangsa dan Negara, dari dasar dua al tersebut, maka Pengurus PGRI Cabang Peureulak berusaha menyelenggarakan Konferensi Ke II yang merupakan wahana demorasi  bagi anggota PGRI Cabang Peureulak.
Kegiatan Konferensi Ke II Cabang Peureulak dilaksanakan atas kesepakatan bersama dalam rapat pengurus pada Tanggal 18 Maret 2015. Dan pelaksanaanya juga berdasarkan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah angga PGRI, serta sekaligus pertangungjawaban pengurus Cabang Masa bakti 2009-2014 dan pada konferesi ini juga dilasanakan pemilihan pengurus Cabang PGRI untuk masa bakti 2015-2020 sekaligus penyusunan program kerja pengurus cabang PGRI Peureulak untuk akan dating.
“Untuk penetapan pemilihan mengacu pada AD/ART bahwa dihadiri unsure Pengurus Ranting, Pengurus Cabang, dan Pengurus Kabupaten PGRI, dan anggaran pelaksanaan konferensi ke II di Aula SMA Negeri 1 Peureulak hari ini ditanggung sepenuhnya oleh pengurs Cabang Peureulak” kata ketua panitia Konferensi Ke II PGRI Cabang Peureulak: Murthada SPd kepada media pada pelaksanaan acara konferensi Ke II PGRI Cabang Peureulak.
Acara yang di buka sekertaris Kabupaten PGRI Aceh Timur : .M. Isa, SA.g, MPd di damping wakil ketuanya Drs. Razali Usman, SE dalam sambutanya menyampaikan,” semoga konferensi hari ini yang dilaksanakan panitia hendaknya dapat diikuti dengan tertib dan bijak , sehingga rasa kebersamaan sebagai organisasi guru yang berada di wilayah Aceh Timur dapat terlaksanakan dengan baik khususnya Cabang Peureulak, sehingga cita – cita kita akan memberikan rasa nyaman dalam organisasi guru menjadi contoh tauladan kita sebagai para pendidik dalam berorganisasi.” Katanya.
Konfernsi yang di mulai dari pukul 08.30 wib – 17.00 wib, sidang pleno I dipimpin oleh sekertaris PGRI Aceh Timur M. Isa, SAg. MPd. dihairi 120 undangan dari kepala sekolah, guru yang masuk dalam di wilayah UPTD Kecamatan Peureulak, pengurus Ranting, Cabang. Kabupaten PGRI Aceh Timur.( Thaib)